LALAI ATAU KEPENTINGAN,PROYEK JALAN BETON YANG TUMPANG TINDIH

33 0

LALAI ATAU KEPENTINGAN, PROYEK JALAN BETON YANG TUMPANG TINDIH

SEPUTARSAROLANGUN.COM – Meskipun baru dibangun setahun,jalan rabat beton di jalan MtsN Kelurahan Aur Gading, Kecamatan Sarolangun tahun ini Dinas PUPR Sarolangun kembali menganggarkan dana untuk program yang sama dalam APBD P Tahun 2017.

Pembangunan jalan rabat beton tersebut dinilai tumpang tindih dan diduga merugikan Pemerintah Daerah.

Tumpang tindih program pembangunan jalan rabat beton itu, diduga suatu kelalaian dari Dinas PUPR atau ada kepentingan lain dari oknum.Ini tentunya menjadi pertanyaan besar.Sebab, seluruh usulan pembangunan yang telah ditampung Dinas PUPR harusĀ  dilakukan peninjaun terlebih dahulu usulan program yang dianggarkan untuk menghindari terjadi tumpang tindih program pembangunan.

Dengan dianggarkanya kembali, diduga Dinas PUPR tidak melakukan peninjauan untuk meneliti usulan program yang telah ditampung.Akibatnya, program pembangunan yang didanai dari dana APBD itu kembali didanai dari dana APBDP Tahun 2017.

Dari pantauan dilokasi jalan yang sedang dikerjakan,selasa (19/12), jalan rabat beton yang lama kondisinya masih cukup baik dan masih layak untuk digunakan. Bahkan,sejumlah warga mengaku heran dengan dibangunnya kembali jalan itu oleh pemerintah.

Pembangunan jalan rabat beton yang tumpang tindih itu,tentunya menguntungkan bagi pihak rekanan, karena sudah ada badan jalan rabat beton yang dibangun sebelumnya.

Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Olie Suryono saat dikonfirmasi mengatakan, jika pekerjaan tersebut sudah benar dengan lokasi yang diusulkan oleh warga dan juga untuk tumpang tidih boleh dilakukan jika memang jalan sebelumnya rusak.

Jika memang Pemerintah membolehkan tumpang tidih dalam pembangunan jalan berarti masih banyak PR untuk pembangunan jalan lainnya.padahal masih ada jalan lain yang lebih membutuhkan.

Untuk menghindari terulang kembalinya program pembangunan yang tumpang tindih di Sarolangun,yang sudah barang tentu berimbas merugikan pemerintah daerah, peran serta Pemerintah,DPRD dan Kejari untuk ikut mengawasi program pembangunan agar dapat lebih ditingkatkan. (SYA)

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *